Sangat menarik mengikuti berbagai perkembangan beserta segala fenomenanya yang terjadi di lingkup kelembagaan tingkat Fakultas akhir-akhir ini. Jika masih ada yang bertanya, apa keuntungannya menjadi seorang senior, mungkin ini bisa menjadi jawaban.
Bukan hanya aksi menyuruh kiri-kanan (yang kadang diperhalus dengan “Minta tolong “ ) akan tetapi lebiih dari itu. (Yang sudah merasa) Senior , merupakan patron, contoh, pola, idol, dalam berbagai tindak-tanduk baik perkataan maupun perbuatan. (Yang memang pantas ) Jadi senior, dapat pula berfungsi sebagai pengayom, penasihat, lebih jauh penentu suatu keadaan. Jika berbicara mana baik mana buruk, itu lain soal. Pola-pola kehidupan dari seorang (yang sudah pantas jadi ) senior, akan diperhatikan, diikuti dan selanjutnya diwariskan sebagai bahan bagi generasi-generasi berikut. Dalam kajian Evolusi, dalam tiap regenerasi harus ada pola-pola modifikasi. Dan itupun bukan masalah besar.
Masalah besar yang kemudian menanti, jika generasi-generasi yang dating kemudian sama sekali jauh melenceng dan tidak mengikuti pola, patron pendahulu mereka. Dalam kajian Evolusi dinyatakan ada pemutusan rantai informasi di sini (the missing link). Konteksnya memang harus mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi modifikasi pola yang berlangsung sangat membingungkan, jadi ahistoris. Pola-pola ahistoris seperti ini tidak saja membuat populasi tidak seimbang, akan tetapi mulai membingungkan bagi anggota komunitas. Efek yang mulai terasa berkurangnya jumlah populasi.
Fenomena-fenomena seperti ini yang coba diutarakan teman-teman melalui tulisan. Ada rasa yang cukup janggal di sana. Meski dari sumber yang berbeda-beda tetapi mengangkat tema besar yang sama. Walau di hati bergembira di satu sisi (dengan maraknya lagi tulisan-tulisan di maddng), tetapi di sisi lain hati cukup khawatir juga membenarkan isi tulisan di sana. Berbagai kejanggalan, ketidaksesuaian ide dengan realita yang terjadi, ungkapan-ungkapan pengharapan, hingga sindiran yang cukup keras tentang bagaimana kerja-kerja lembaga dan apa fungsi lembaga sepenuhnya hadir, mengilhami para penulis.
Saya hanya menekankan, bahwa kita (yang masih di kampus) baik (yang merasa sudah ) senior atau (yang merasa masih ) yunior masih terus menjalankan proses apa yang disebut pengkaderan. Seorang senior dikader bagaimana bersikap sebagai senior yang baik, seorang yunior dikader bagaimana bertingkah laku jadi yunior yang baik, panitia dikader bagaimana menjalankan kepanitiaan hingga sukses, para pengurus dikader agar lebih bertanggung jawab untuk melaksanakan kepengurusan, warga dikader untuk bagaimana menjadi warga yang baik, hingga pacar ataupun odo’-odo’ dikader bagaimana menempatkan posisinya masing-masing, hingga proses pengkaderan terus berkesinambungan dan terus berjalan. Jadi, PROGRESIP is Progress.
Bukan hanya aksi menyuruh kiri-kanan (yang kadang diperhalus dengan “Minta tolong “ ) akan tetapi lebiih dari itu. (Yang sudah merasa) Senior , merupakan patron, contoh, pola, idol, dalam berbagai tindak-tanduk baik perkataan maupun perbuatan. (Yang memang pantas ) Jadi senior, dapat pula berfungsi sebagai pengayom, penasihat, lebih jauh penentu suatu keadaan. Jika berbicara mana baik mana buruk, itu lain soal. Pola-pola kehidupan dari seorang (yang sudah pantas jadi ) senior, akan diperhatikan, diikuti dan selanjutnya diwariskan sebagai bahan bagi generasi-generasi berikut. Dalam kajian Evolusi, dalam tiap regenerasi harus ada pola-pola modifikasi. Dan itupun bukan masalah besar.
Masalah besar yang kemudian menanti, jika generasi-generasi yang dating kemudian sama sekali jauh melenceng dan tidak mengikuti pola, patron pendahulu mereka. Dalam kajian Evolusi dinyatakan ada pemutusan rantai informasi di sini (the missing link). Konteksnya memang harus mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi modifikasi pola yang berlangsung sangat membingungkan, jadi ahistoris. Pola-pola ahistoris seperti ini tidak saja membuat populasi tidak seimbang, akan tetapi mulai membingungkan bagi anggota komunitas. Efek yang mulai terasa berkurangnya jumlah populasi.
Fenomena-fenomena seperti ini yang coba diutarakan teman-teman melalui tulisan. Ada rasa yang cukup janggal di sana. Meski dari sumber yang berbeda-beda tetapi mengangkat tema besar yang sama. Walau di hati bergembira di satu sisi (dengan maraknya lagi tulisan-tulisan di maddng), tetapi di sisi lain hati cukup khawatir juga membenarkan isi tulisan di sana. Berbagai kejanggalan, ketidaksesuaian ide dengan realita yang terjadi, ungkapan-ungkapan pengharapan, hingga sindiran yang cukup keras tentang bagaimana kerja-kerja lembaga dan apa fungsi lembaga sepenuhnya hadir, mengilhami para penulis.
Saya hanya menekankan, bahwa kita (yang masih di kampus) baik (yang merasa sudah ) senior atau (yang merasa masih ) yunior masih terus menjalankan proses apa yang disebut pengkaderan. Seorang senior dikader bagaimana bersikap sebagai senior yang baik, seorang yunior dikader bagaimana bertingkah laku jadi yunior yang baik, panitia dikader bagaimana menjalankan kepanitiaan hingga sukses, para pengurus dikader agar lebih bertanggung jawab untuk melaksanakan kepengurusan, warga dikader untuk bagaimana menjadi warga yang baik, hingga pacar ataupun odo’-odo’ dikader bagaimana menempatkan posisinya masing-masing, hingga proses pengkaderan terus berkesinambungan dan terus berjalan. Jadi, PROGRESIP is Progress.
Label: papan pertama
0 coment:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar