" Dan bagi tiap-tiap ummat kami syariatkan menyembelih kurban (atau lain-lainnya) supaya
menyebut nama Allah sebagai tanda syukur akan pengaruniannya kepada mereka ; (yaitu) binatang-binatang ternak yang disembelih itu. Karena Tuhan kamu semua adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kamu tunduk taat kepadaNya, dan sampaikanlah berita gembira (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang tunduk taat"
Q. S. Al-Hajj : 34
menyebut nama Allah sebagai tanda syukur akan pengaruniannya kepada mereka ; (yaitu) binatang-binatang ternak yang disembelih itu. Karena Tuhan kamu semua adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kamu tunduk taat kepadaNya, dan sampaikanlah berita gembira (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang tunduk taat"
Q. S. Al-Hajj : 34
Bagi sebagian diantara kita, Ibadah Kurban dapatlah dijadikan jalan pintas untuk cari muka di hadapan dzat yang Maha Tunggal. Berusaha mendekat yang datang dari jauh, berusaha merapat yang telah mendekat, berusaha mengakrabkan diri. Memperkenalkan jati diri yang asli meski hanya semacam test seberapa beranikah untuk jujur, itupun bagi diri sendiri gunanya. Apakah diri masih memiliki nyali untuk datang bertamu ke rumahNya seberani diri menjebakkan jiwa dan raga keliling dunia tanpa sempat mampir bahkan di pintu pagar rumahNya sekalipun ? Pengakraban itu tak dapat dengan mudah dilaksanakan. Kita belum sempat berkorban waktu untuk lebih banyak duduk berdzikir. Kita belum mau berkorban harta untuk kalangan fakir-miskin. Kita belum rela berkorban tenaga demi kemaslahatan ummat. Pendekatan yang kita lakukan hendaknya dimulai sejak bulan-bulan lalu, tetapi tak ada salahnya bila momentum Ied Adha kali ini digunakan sebagai jejak mula pengakraban diri dengan-Nya.
Biar lebih akrab, berkurbanlah, berkorbanlah!!
Biar lebih akrab, berkurbanlah, berkorbanlah!!
Label: demi JIWAmu
0 coment:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar