Aku mengenalmu pada
suatu siang di ruangan
besar dengan banyak jendela
dan meja-meja yang berdebu
semua orang berpeluh
berdesakan sambil duduk
bersenggolan tetap berdiri
dalam rombongan
mata-mata kosong saling tatap
bergumam itu 'A' ku
Waktuku rutin menemuimu
bawakan setumpuk berkas
dari orang-orang berjas putih
dalam tiap rima kata 'A' ku
ihwal ilmiah berlapis bunyinya
sesantun gerak mata tulis
di atas kertas 'A'ku berseru
bawalah yang baik-baik esok hari
Pada lembaran gambar yang tertatih
doaku turut di lorong-lorong malam
hingga rintihan mesin tik saingi jangkrik
sentakkan tubuh di awal pagi
Ku susul janjiku dengan gerakmu
Namamu kubingkai dengan embun
agar engkau tetap sesjuk dia
kini dan akan datang
Label: papan pertama
0 coment:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar