Ruangan dalam artian "sebuah tempat yang memiliki sisi-sisi yang dapat melindungi para penghuninya" ternyata hanya berbeda dari segi luasan saja. Kurang lebih memiliki kesamaan fungsi. Untuk menyembunyikan sifat-sifat atau tingkah laku diri kita karena kita akan malu bila orang lain salah tanggap terhadapnya.
Bila anda berada dalam lingkungan sekitar (apalagi di dalam kampus), coba sedikit memperhatikan. Fungsi-fungsi apa saja yang dijalankan oleh ruangan-ruangan ini. Sebagai tempat rapat, tidur-kumpul-duduk melepaskan lelah, kerja tugas dari dosen, tempat ganti baju, main game dari yang modern hingga yang konservatif (main domino), atau bahkan sebagai tempat shalat. Menghadap Yang Esa.
Bila digunakan untuk tempat ngaso, rapat, atau bahkan main domino sekalipun hal itu tak menjadi soal. Lain hal, bila digunakan sebagai tempat Sholat. Untuk masalah yang satu ini kadangkala dapat menjadi polemik sesaat. Kita menegur kawan-kawan yang sedang duduk dan ribut bercerita ataukah kawan yang memutar musik sambil mengerjakan tugas di komputer. Akan mengganggu kekhusyu'an Sholat, katanya. Maka dengan alasan toleransi itu kawan-kawan yang lain bisa mengalah.
Pernahkah kita (-yang ingin Sholat ini-) berpikir sejenak, bahwa kitalah yang mengganggu mereka yang lagi rapat, konsentrasi ngetik skripsi, atau main domino ? Terkadang kita malas untuk jalan beberapa langkah saja ke Musholla, padahal jaraknya tak lebih dari sepelemparan batu. Kalau ada kawan yang rapat, ngetik tugas dll misalnya di ruangan Maperwa FMIPA UH, hal itu tampak boleh-boleh saja. Bilapun nanti keadaannya bertambah seru dan menimbulkan sedikit keributan, hal itu wajar-wajar saja. Lain hal bila volume suara speaker dari TV, radio, atau komputer sampai di Musholla..ini pembicaraan lain tempat.
Telah kita ketahui bersama bahwa MAPERWA merupakan akronim dari MAjelis PERmusyawaratan mahasisWa. Menurut makna harfiahnya, Majelis dapat diartikan tempat duduk (akar kata Jaalasa-Yajlisu (Arab): duduk). Musholla berarti tempat Shalat (akar katanya : Sholla-Yusholli'). Memang tidak ada salahnya kalau kita berniat Sholat atau mendirikian Sholat di mana saja di bumi ALLAH SWT yang luas ini. Tapi kita harus meyakinkan diri apakah sudah terpenuhi semua syarat dan rukun sholatnya..?
Bukankah lebih baik bila menyempatkan diri sejenak untuk Sholat bersama-sama di Musholla ?. Selain menjalin tali silaturrahmi yang erat, mempererat sikap kekeluargaan sesama kita, dan memberi jaminan pada yang lain bahwa sholat kita merupakan doa kita bagi mereka. Itulah yang lebih penting. Dari hal sekecil itu kita dapat melatih diri untuk dapat menempatkan diri sesuai posisi dan porsi masing-masing. Disini Majelis, Musholla (tabe' dii') disebelah sana.
Label: demi JIWAmu
0 coment:

Posting Komentar