Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam hari yang cerah dari Tamalanrea, Makassar.
Yang kami hormati para karib-kerabat...
yang kami sayangi para handai-taulan..
yang kami senangi para filler dan follower..
serta yang kami maafkan para pencari warta..
.... yang beredar di alam raya manapun
Tak biasanya bagi Z-Y-L mengadakan kegiatan yang begitu mendadak dan tiba-tiba, dan hal-hal yang serupa dengan itu memang tidak disukai untuk dilakukan. Tak lazim pula Z-Y-L mengundang 'para-para' sekalian untuk membicarakan berbagai hal yang sebagian besar menyangkut bidang intern kali ini. Tak umum juga Z-Y-L duduk disini, meminta tanggapan secara luas dan kepada khalayak ramai, bukannya secara personal-persuasif. Bukan pula pada segi-segi informal dan nonformal, seperti biasanya.
Tapi, senada dengan ucapan Hasan Al-Banna, dimana waktu itu laksana pedang, yang bila anda tidak memotongnya, anda pasti akan terpotong. Dalam artian, tergilas, terkikis, terpinggirkan oleh sang waktu. Sebelumnya, sesuai janji Z-Y-L kemarin, untuk menetralkan suasana dan meminimalisir efek samping kepada 'para-para' sekalian, maka mohon dihadirkan sikap penuh perhatiannya, mohon ditimbulkan juga rasa ingin tahu yang sudah terdalam, serta harap pula disatukan titik-titik fokusnya masing-masing.
Dzat Yang Maha Tunggal (DYMT) sesungguhnya telah menakarkan kepada diri pribadi dan kepada 'para-para' sekalian banyak dari rezeki yang telah didapatkan dan mungkin akan diterima kemudian. Telah ditentukan pula hal yang sama dengan itu bagian umur dan pasangan hidup sekalian, dan itu merupakan tetapan dari DYMT. Bila memperoleh hasil yang maksimal diwajibkan rasa sykur dan rasa sabar untuk hasil minimal yang sering kali diterima. Adapun sikap-sikap yang akan timbul, yang bersifat negatif untuk diri dan kepada 'para-para' sekalian hendaknya tidak dibiarkan tumbuh dan memamahbiak. Berbagai pendapat dan persepsi yang ada, sebaiknya dapat dan semestinya harus diproyeksikan kepada diri pribadi masing-masing. Tak mungkinlah bagi diri kita untuk seperti kata pepatah , 'Mengukur baju dibadan orang lain'. Bila itu sampai terjadi, maka alamat 'Hancur tubuh, badan binasa' , akan menimpa kita. Sekalian pastinya tak ingin, 'Sudah jatuh, tertimpa tangga pula' , terjadi pada kehidupan 'para-para' dan diri masing-masing.
'Para-para' sekalian semestinya tahu dan paham, bahwa kehidupan diri kita masing-masing terus berjalan sesuai tuntutan kebutuhan dan hentakan kewajiban yang terus menuntut tanggung jawab. Hendaknya bukanlah suatu soalan, bila penambahan semua itu diatas diimbangi pula dengan penawaran relasi yang lebih mendalam kepada 'para-para' yang masih bersifat 'juvenile'. Yang full growth dan immature. Berbagai relung dari 'para-para' yang berada di habitat masing-masing seharusnya lebih adaptif dan memiliki sense of belonging demi terwujudnya kehidupan yang lebih bermartabat dan berprikemanusiaan.
'Para-para' sekalian, yang berstatus luaran dari Basic Science Faculty, pastinya mengedepankan logika berfikir yang ilmiah dan terus berkembang yang digunakan untuk mengambil dan menentukan langkah-langkah diri di kemudian hari. 'Para-para' juga pasti tahu, bahwa di tiap sudut kampus yang terkasih, merupakan area laboratorium yang dapat kita gunakan untuk melakukan berbagai macam eksperimen. Tak terkecuali, masalah 'hati'. Sikap-sikap optimisme, keterbukaan, kejujuran, toleransi, rasa ingin tahu, mawas diri, dll diharapkan jangan sampai luntur disebabkan oleh lingkungan yang semakin bertemperasan demi pengukuhan pengabdian, selamanya untuk Dzat Yang Maha Tunggal.
Label: demi JIWAmu
0 coment:

Posting Komentar