Demi Tuhan ! Demi Nilai....

Memasuki semester-semester akhir di kampus ternyata memiliki makna tersendiri. Cukup khas, meski bersama dengan sohib-sohib yang masih setia mendampingi, tak dapat disangkal tiap orang memiliki alasan masing-masing untuk tetap baku damping, baku jalan di kampus. Jadi nawaitunya kadang-kadang sedikit main serong.

Satu hal yang pasti di bungkus sebagai oleh-oleh dari kampus adalah belajar memaknai berbagai kepentingan. Beribu kepentingan hadir bersamaan, berdampingan, bersileweran, tiba di kepala masing-masing kala menjadi mahasiswa baru. Bersamaan dengan putaran waktu, kepentingan-kepentingan itu berusaha diwujudkan. Sisanya, berputar dan mengendap, turun ke dasar hati dan dibawa dalam keadaan tanpa sadar. Memiliki nilai yang baik (dalam berbagai mata kuliah), tak ayal menjadi tujuan utama sebagian besar mahasiswa di kampus. Patron itu telah sukses ditanamkan dari pihak birokrasi kampus semenjak mahasiswa baru. Apa saja yang dapat menghasilkan nilai yang baik dambil, sedang yang tidak bermanfaat untuk itu ditinggalkan. Kewajiban belajarpun kabur, karena tidak semua menarik untuk dipelajari. Karena ruang-ruang belajar hanya terbatas di ruang-ruang perkuliahan saja. Karena proses pembelajaran jadi sejalur saja, tak ada timbal balik. Efeknya, ruang-ruang diskusi hampir tidak ada. Tidak ada lagi mereka yang kritis bertanya tentang ini-itu dan hal yang lain sebagainya. Idiom 'tak semua yang menarik itu baik' menjadi slogan utama. Baik memang, bermanfaat pasti, tapi tunggu dulu. Bagaimana dengan penilaiannya ? Kalau tidak baik (dalam artian sulit mendapat nilai yang baik), maaf saja. Mata kuliah yang menarik hati dan bermanfaat itu tidak akan diikiuti dan dalam lima tahun kemudian ditutup dengan resmi.

Jadi mari tetapkan niat, dengan rekan-rekan yang masih setia. Lempangkan jalan masing-masing dan jangan lupa jadwal kita di Roemah KOPI.

0 coment:

Posting Komentar


 

K2 Modify 2007 | Use it. But don't abuse it.