Salam hari. Setelah bangun jam 11.30 WITA pagi ini aku duduk nyaman di tempat biasa. Diantara meja batu dan dinding warna krem dengan hamparan lorong panjang di depannya.Mungkin orang lain akan terkejut dengan ritme jam biologisku yang aneh. Bukan aneh sebenarnya, cuman tak biasa Tapi aku dah latihan -practice makes perfect- kata para ahli.Hari ini akupun (masih) dikejutkan (lagi ?) mengenai warta baru yang tergeletak begitu saja depan meja.
Dengan headline besar warna kuning terang yang membuat mata sakit dan bikin pening kepala; seolah-olah memaksa untuk membacanya. Meski sudah berusaha untuk mengantisipasi rasa kaget dengan minum pil anti kejut dan pil mati rasa, tapi toh aku tetap merasa terkejut. Kayaknya editor pewartaan telah menunggu hari-hari semacam ini untuk mengeluarkan warta dahsyat mereka. Kalian mungkin tak sempat membacanya, karena aku berlangganan warta ini di dunia maya, yang orang bilang citizen journlism. Aku memesannya khusus. Tanpa bayar, free, anugra (anu gratisan), percuma- ucap orang melayu.
Intinya, MIPA MENGGUGAT !!!. Lho kok bisa ? Ya bisa. (tanpa embel-embel..ya ialah,masak iya donk..) Kalau MIPA jadi penggugat, siapa tergugatnya ? Kasusnya Perdata atau Piadana? Tuntutannya apa ? aku juga pusing. Tak terpikirkan sebelumnya. MIPA mengajukan gugatannya. Para tergugat –semuanya yang notabene warga-dihadapkan pada kasus yang tidak umum, pemenuhan konsekuensi/janji/ atau ikrar apalah itu... Mungkin bisa kita tanya kawan di Fak. Hukum. Kalau seperti ini masuk kasus apa ? dalam warta itu MIPA juga dikabarkan sedang sakit. Hah..sakit apa ? Dirawat di mana sekarang ? Kecelakaan ? sabar kawan, biarkan aku bicara dulu. Bukan, bukan karena kecelakaan. Jangankan bencana alam, bahkan perangpun tak sanggup membunuhnya. Sekarang, ia masih dirumah. Pernah sih check up –katanya-, tapi karena biaya mahal, terpaksa deh tinggal di rumah. Tanpa uang, sekarang tak bisa apa-apa. Ya, MIPA dikabarkan terkena komplikasi syaraf, stadium empat. Kata dokter ahli, (mungkin karena komplikasi stress berat dan gangguan fungsi hati) ada penyumbatan pada sebagian pembuluh darah otak hingga medulla oblongata. Akibatnya mengalami kelumpuhan dari sebagian tubuh hingga sebagian fungsi otak tak dapat diaktifkan. Penurunan daya ingat dan kekebalan tubuh serta kehilangan kepekaan pada rangsang; kata dokter, adalah sebagian efek yang ditimbulkan. Yang sangat mengkhawatirkan; ia tak dapat lagi memiliki keturunan. Jadi ? hidupnya tinggal beberapa bulan lagi, itupun tak dapat dipastikan. Dan dalam keadaan seperti itu, MIPA mengajukan gugatannya ? Ya, seperti itu kira-kira. Dalam kondisi seperti itu, MIPA hanya mengenali orang-orang terdekatnya saja. Dan asupan ide-ide segar untuk tubuhnya sebagai nutrisi atau suplemen tak cukup kuat melawan penyakitnya. Seiring dengan itu, kepekaannya menurun drastis. Ia tak dapat merasakan hawa panas atau dingin. Tak mampu lagi merasakan yang manis atau pahit. Tak dapat membedakan sentuhan pada tubuhnya, apakah tajam, apakah tumpul, apakah wangi, apakah busuk, apakah patut atau tidak. To the point, mati rasa!!Dan yang paling parah, ia tak dapat lagi memiliki keturunan (yang normal). Sel-sel sperma yang dihasilkan tidak cukup baik untuk membuahi. Menurut hasil diagnosa, banyak sperma yang dihasilkan memiliki dua kepala, ataukah yang tanpa ekor. Keturunan yang akan lahir ditakutkan terkena pula penyakit gangguan mental sebagai imbas dari penyakit saraf yang sekarang dideritanya. Tapi mudah-mudahan kondisi fisik keturunannya kelak masih bagus (tidak buruk). Artinya, masih berbentuk manusia.Bukan kaki di kepala atau kepala di kaki ataukah kembar tempel empat...hurrrr aku tak dapat membayangkan yang lebih buruk lagi. Tunggu !Apa tuntutannya ! Wah, ini bagian yang sulit, kukira. Tuntutannya,.... Semua dikembalikan kepadanya tanpa sisa ! Segala yang ia beri secara cuma-cuma atau tidak ! Segala yang diperoleh darinya sadar atau tanpa sadar, lahiriah dan bathiniah, bahkan hingga yang abstraksi atau realistik ! yang terakhir ......... minta tolong, katanya kembalikan kartu keluarga, yang asli dengan copyannya juga !
Label: butir-butir halus
0 coment:

Posting Komentar